Puisi Tokoh

Jacques Prévert

Hari ini 122 tahun lalu tepatnya 4 Februari 1900, Jacques André Marie Prévert lahir. Ia yang kelak menjadi penyair Prancis paling terkenal abad ke dua puluh. Puisi dan prosanya bergaya populer. Ia banyak melakukan permainan kata dengan menggunakan kata-kata yang mudah dipahami sehingga puisi-puisinya tidak hanya menarik hati tetapi juga menjangkau orang banyak. 

Sebagian puisi dan prosanya diangkat menjadi lagu yang dinyanyikan sejumlah penyanyi Prancis legendaris seperti Juliette Greco, Moulodji, Yves Montand, dan Les Frères Jacques. Yang paling terkenal di antaranya adalah Les Feuilles mortes (daun-daun gugur), yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris sebagai Autumn Leaves. Dinyanyikan pertama kali oleh Yves Montand, lagu ini kini sudah punya 600 versi terlantun di seluruh dunia termasuk oleh Eric Clipton dan penyanyi rock Iggy Pop. 

Jacques Prévert menulis tentang apa saja dan tentang siapa saja. Ia dikenal piawai dalam menuangkan kisah-kisah orang biasa dalam puisi-puisinya. Tidak heran jika banyak yang mengadopsi puisinya. Orang-orang mengenali diri mereka dalam karya-karya Prévert yang sederhana tapi mempesona dan “mengena”.  

Jacques Prévert bukan hanya penyair. Ia tidak hanya menulis puisi dan prosa tetapi juga lagu-lagu. Ia juga menulis potongan lagu untuk sandiwara, dialog film, dan skenario film. Ia berpartisipasi dalam lebih dari 40 film, yang sebagian besar menjadi film legendaris. Kalimat “Kau punya mata yang indah, kau tahu” dalam film Quai des brumes (1935) yang kemudian menjadi begitu populer adalah salah satu dialog yang dibuatnya.

Jacques Prévert termasuk dalam kelompok réalisme poétique; film-filmnya menceritakan kehidupan rakyat jelata ataupun kelompok yang dimarjinalisasikan.  Ia memang sosok yang merakyat dan sangat menentang ketidakadilan. Ia berbicara atas nama mereka yang ditindas, mereka yang tidak bisa bersuara : anak teraniaya, perempuan yang ditelantarkan, kelompok migran, kaum buruh, dll. 

Les enfants du paradis, salah satu film réalisme poétique. Skenario ditulis Jacques Prévert.

Ia bukan pejuang feminis, tetapi pandangannya mengenai perempuan berbeda dari orang-orang pada zamannya.  Ia sangat menghargai kebebasan perempuan. Ia melihat bahwa perempuan punya beberapa kekasih sebelum menemukan pasangan yang tepat dan bahwa ini tidak masalah sama sekali untuknya.

Ia juga melihat perempuan berani mengungkapkan keinginan-keinginannya, tidak ingin dipenjarakan dalam sangkar rumah tangga, dan berani menentang tekanan keluarga dan masyarakat. 

Janine Prévert karya Pierre Boucher

Salah satu teksnya berjudul Je suis comme je suis (Beginilah aku) sepertinya mewakili pandangan Jacques Prévert tentang perempuan. Teks ini berbicara atas nama perempuan yang menolak turut campur dan penilaian masyarakat akan tubuh dan kehidupannya.

Yang juga menarik dari Jacques Prévert adalah bahwa pesannya yang serius ia sampaikan secara sederhana dengan gaya menyenangkan. Kata-katanya begitu ringan, penuh humor tapi juga sarat kemanusiaan dan kelembutan. Ia bicara tentang apa saja yang bisa ditemui di sekitar kita sehari-hari. Tentang burung, bunga, salju..  

Sebagian besar karya-karyanya bisa diakses oleh kelompok muda belia termasuk anak-anak. Murid-murid SD pasti kenal Prévert; mempelajari karya-karya Prevert adalah wajib bagi mereka. Apalagi mungkin mereka yang malas belajar dan dianggap murid bodoh : Prévert membuat satu prosa khusus untuk mereka dengan gaya lucu menyenangkan.  Hingga hari ini 440 sekolah menyandang nama Jacques Prévert.  

francemusique.fr

Jacques Prévert meninggal dunia pada 11 April 1977 di rumahnya di Omonville-la-Petite (Manche). Rumahnya tidak jauh dari Port Racine, dermaga terkecil di Prancis. Ini adalah salah satu tempat kesukaan Jacques Prevert.  

Keindahan Port Racine sulit dilukiskan dengan kata-kata. Ada ketenteraman luar biasa yang memasuki perlahan hati kita. Kita akan terbuai dalam kekaguman, rasa takjub, sekaligus menenangkan jiwa. Begitu damai. Sekaligus mengantarkan kita pada berjuta khayal, imajinasi. Keindahan yang begitu puitis.  Keindahan ala Jacques Prévert.

Menuruni tangga kecil yang mengantarkan kita menuju dermaga, kita bisa melihat Prévert dengan pipa di mulutnya (ia perokok berat) duduk menikmati langit cerah musim panas sambil melingkarkan lengan kanannya ke pundak Janine istrinya.  

Jacques & Janine Prévert @jacquesprevert.fr

0 comments on “Jacques Prévert

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: