Feminisme Perempuan & Gender

Jiwa-jiwa yang Aktif

Perempuan penggerak, perempuan yang membangun, perempuan inisiator, perempuan yang belajar, perempuan yang tak henti bertumbuh. Begitu aktif kata-kata yang dilekatkan pada perempuan dalam frase-frase ini. Perempuan menjadi subjek, ia melakukan suatu aksi. Ia bahkan menggagas, menciptakan, memimpin. Tidak selesai di situ, ia terus dalam kondisi “menjadi”. 

Perempuan dalam budaya patriarki dipandang sebagai makhluk pasif. Ia dianggap tidak mampu berdiri sendiri, apalagi membantu orang lain untuk berdiri. Ia hanya menerima ide, tidak punya pemikiran sendiri. Ia menginspirasi tetapi tidak menginisiasi. Ia melakoni peran yang ditunjuk kepadanya, ia tidak memilih. 

Patriarki punya banyak strategi untuk menancapkan keyakinan bahkan dalam diri perempuan sendiri bahwa kepasifan memang identitasnya. Kehadiran perempuan-perempuan inisiator kiranya membantu meruntuhkan keyakinan ini.   

Bahwa kepasifan perempuan hanyalah stereotipe sudah ditunjukkan oleh psikoanalis Sabina Spielrein pada tahun 1913. Psike (jiwa) perempuan tidak pasif, terbukti dengan empati yang menjadi keunggulannya. Waktu itu kebanyakan perempuan adalah ibu dan guru, dua pekerjaan yang tidak dihargai padahal menurut Spielrein sangat sulit dilakukan karena menuntut tingkat empati yang tinggi. 

Empati adalah kemampuan untuk menghayati pengalaman orang lain sebagaimana yang dihayati orang lain ini. Tidak mudah tentunya untuk mengalami secara psikologis apa yang tidak kita alami secara nyata, sambil tetap menyadari pada saat yang sama bahwa apa yang sedang dirasakan adalah perasaan orang lain. Aktivitas mental ini membutuhkan banyak upaya dan energi.  

Adalah juga empati yang nyata terlihat dalam kisah perempuan-perempuan inisiator ini. Empati terhadap sesama telah menjadi dasar gerakan mereka. Tidak semua pernah mengalami isu yang mereka perjuangkan. Punya pengalaman serupa memang dapat meningkatkan kepekaan seseorang terhadap suatu isu, tetapi untuk dapat berempati, seseorang tidak harus punya pengalaman yang sama. Justru empati akan memungkinkannya untuk masuk menembus dan berada dalam penghayatan orang lain. 

Kajian neuropsikologi menunjukkan bahwa empati melibatkan proses kognitif; ia juga merupakan bentuk kecerdasan (intelektual) bukan sekedar perasaan (yang sering dinomorduakan karena dianggap subjektif). Dengan demikian, empati dapat dilatih. Setiap orang bisa belajar mengembangkan empatinya. Inilah yang juga dilakukan perempuan-perempuan inisiator ini. 

Dengan rendah hati, mereka melakukan refleksi, menyelidiki diri, dan terus melatih diri. Dalam proses berbagi, mereka juga belajar. Meski keliru, mereka tidak malu mengakui. Karena tujuan mereka bukan untuk menjadi yang paling benar, tetapi menjadi pribadi yang terus bertumbuh. 

Mereka tidak bertumbuh sendirian, tetapi bersama orang-orang yang mereka dampingi. Bersama-sama, mereka menyembuhkan luka, melawan dampak trauma, menjadi pemenang, mengambil alih kepemilikan atas Diri yang telah direbut. Perlahan tetapi pasti, meski jatuh dan terseok, mereka bangkit kembali, untuk akhirnya menjadi subjek atas Diri. 

Selamat membaca dan temukanlah betapa dinamis, betapa antusias, betapa penuh semangat dan gairah, psike-psike perempuan yang aktif ini. 

Tulisan ini merupakan salah satu kata pengantar dalam buku Tak Henti Bertumbuh. Buku ini berisikan kisah inspiratif para perempuan inisiator, penggerak, pendiri atau founder di komunitasnya. Para perempuan yang tak henti bertumbuh, di tengah sekian luka dan trauma yang pernah dialaminya. Proses bertumbuh mereka bukan hanya memberikan kebaikan dalam dirinya, namun juga manusia lainnya.

Buku ini didedikasikan bagi para perempuan yang kini tengah membangun, menggerakkan, menginisiasi, dan tak henti bertumbuh. Buku pertama yang diinisiasi oleh Komunitas Perempuan Berkisah bersama sejumlah komunitas lainnya. 

Terima kasih Ibu Alimah Fauzan dan Komunitas Perempuan Berkisah telah memberikan kesempatan dan kepercayaan kepada saya untuk menuliskan kata pengantar ini. 

0 comments on “Jiwa-jiwa yang Aktif

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: