Feminisme

Kepatuhan Feminin

Kepatuhan feminin (la soumission feminine) adalah topik tabu dalam filsafat dan feminisme. Tabu karena kepatuhan berlawanan dengan kebebasan, padahal filsafat percaya bahwa kodratinya manusia harus berjuang meraih kebebasan.  Kelompok feminis enggan membahas kepatuhan perempuan karena terkesan menyalahkan perempuan. Karena kepatuhan feminin inilah yang memang telah membuat perempuan menjadi mitra laki-laki dalam melanggengkan budaya patriarki. 

Perempuan yang paling feminis dan paling mandiri sekalipun, dia bisa jatuh dalam jebakan untuk menjadi patuh. Demikian hipotesis yang berusaha dipertahankan Manon Garcia, filsuf feminis kelahiran Prancis dalam bukunya On ne naît pas soumise, on l’est devient.

Subscribe to get access

Read more of this content when you subscribe today.

0 comments on “Kepatuhan Feminin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: