Tokoh

Pantaskah Kartini Disebut Feminis?

Keputusan Kartini untuk memilih menikah dengan laki-laki yang sudah memiliki tiga istri dan mengabaikan impiannya untuk melanjutkan studi di Batavia sering mengundang perdebatan mengenai statusnya sebagai feminis. Ia yang menentang patriarki, mengapa ia tunduk pada sistem ini?

Sebagian orang mengalami disonansi kognitif, ketidakseimbangan kognisi ketika dua elemen bentrok dan tidak logis. Bagaimana kita dapat menyebut Kartini sebagai feminis sementara keputusannya sendiri melenceng dari nilai-nilai perjuangan feminis?

Lanjut di sini 😊

0 comments on “Pantaskah Kartini Disebut Feminis?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: