Feminisme

Laki-laki, dan Feminis

Sebagian feminis, mengabaikan bahwa musuh feminisme adalah patriarki dan bukan laki-laki, membenci laki-laki. Sebagian lagi tidak membenci, tetapi juga tidak yakin bahwa laki-laki-yang bukan perempuan- dapat menjadi feminis. Hal ini terkait dengan pengalaman pribadi masing-masing, yang sangat dapat dimaklumi. 

Saya pribadi, yang mengadopsi Jungian (paham psikonalisis, salah satu pandangannya adalah tiap individu punya sisi feminin dan maskulin), menyukai teori Judith Butler mengenai genderisasi, dan sok merasa sebagai Cartesian hehehe, mencoba mengumpulkan beberapa fakta ini.

Berikut ini adalah beberapa tokoh laki-laki  yang berperan dalam perjuangan kesetaraan gender. Atau zaman sekarang ini mendapat “label” laki-laki feminis (sebagian feminis lebih suka menggunakan istilah pro feminis, karena meyakini hanya perempuan yang bisa jadi feminis). 

1) François Poullain de la Barre, filsuf cartesian yang menentang ketidakadilan yang dialami perempuan pada masa pemerintahan Louis XV (abad 17). 

2) Charles Fourier,  figur sosialisme utopik yang berkontribusi dalam kemunculan gerakan feminis di Prancis dan memperjuangkan kebebasan perempuan semasa hidupnya (1772-1837). 

3) Léon Richer, jurnalis progresif yang menerbitkan Le droit de femmes (1869-1891), koran mingguan yang bertujuan mereformasi hak-hak perempuan. Di antaranya membantu korban KDRT dan menciptakan pendidikan yang lebih baik untuk perempuan. 

4) John Stuart Mill, menulis The subjection of Women (1869), bersama istrinya, Harriet Taylor Mill, tanpa melupakan kontribusi putri mereka, Helen Taylor.  Karya ini sangat penting karena menekankan perlunya hukum yang menjamin kesetaraan perempuan dan laki-laki.

5) Jeremy Bentham (1748-1832), filsuf dan ahli hukum dari Inggris. Mengusung kebebasan individu, ia membela hak-hak perempuan dan kelompok LGBT. 

 

Hmmm, daftar ini bisa lebih panjang lagi jika kita mengumpulkan tokoh-tokoh lain dari seluruh dunia. 

Di Indonesia sendiri, kita sudah punya lho Aliansi Laki-laki Baru. Apa itu? Klik di sini ya. 

 

Oya, selamat hari ayah ya (12 November 2020).

1 comment on “Laki-laki, dan Feminis

  1. Pingback: Dari Virilitas, MeTooGay, Sampai Pelibatan Laki-laki dalam Gerakan Feminis – CATATAN ESTER

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: