Feminisme Perempuan & Gender

Mengapa Warna Ungu Menjadi Simbol Perjuangan Perempuan?

 

Sejak abad 19, warna ungu memang sudah menjadi warna simbol perjuangan gerakan perempuan. Warna ungu sudah dipakai oleh perempuan-perempuan sejak mereka memperjuangkan hak pilih. Terutama di Amerika Serikat dan Inggris, perempuan menyematkan pita ungu di bajunya saat melakukan aksi demonstrasi. 

Mengapa ungu dipilih oleh para pejuang hak pilih ini? Konon hal ini terkait dengan warna “semi duka”, yaitu warna yang harus dikenakan pada tahun kedua setelah kematian anggota keluarga. 

Nah pada tahun 1916, negara Prancis memberikan hak pilih eksklusif pada para janda atau ibu yang suami atau anaknya gugur di medan perang. Berangkat dari sini, para pejuang hak pilih menggunakan warna ungu saat melakukan aksi demonstrasinya.

Tambahan lagi, pada saat itu memang tidak banyak pilihan warna yang tersisa. Warna-warna merah, hitam, biru, dan putih, sudah dijadikan lambang gerakan-gerakan politik terkenal, dan yang anggotanya tentu saja saat itu semuanya laki-laki. 

Adalah gerakan feminis gelombang kedua pada tahun 1970-an yang mempopulerkan warna ungu sebagai simbol perjuangan perempuan. Kelompok ini memperjuangkan hak perempuan atas tubuh, seksualitas, dan reproduksinya. 

Termasuk di dalamnya adalah isu keluarga dan rumah tangga : KDRT, kebebasan perempuan yang hilang setelah menikah dan menjadi ibu, tidak adanya kesempatan bagi perempuan untuk bertumbuh (karir, aktualisasi diri).

Apa  yang  diperjuangkan kelompok feminis ini sangat mengena dan bersentuhan langsung dengan pengalaman mereka. Beramai-ramai mereka pun mengadopsi warna ungu, sebagai warna favorit mereka. Di mana-mana perempuan mengenakan pakaian dan aksesoris berwarna ungu. Warna ungu seketika menjadi tren. Dan sejak saat itu, ungu diidentikkan dengan perjuangan perempuan.

Ungu sebagai yang melampaui tubuh

Sebenarnya yang mendasari pilihan warna ungu ini oleh para pejuang perempuan di tahun 1970an bukan semata karena warna ini telah digunakan oleh kelompok feminis gelombang pertama. Tetapi juga karena makna dari warna ungu itu sendiri. 

Dalam psikologi warna, ungu merupakan lambang kecerdasan, kebijaksanaan, semangat, dinamika, keseimbangan, dan spiritualitas. 

Jadi warna ungu dipilih karena melambangkan sesuatu yang melampaui tubuh. Dengan menjadikan warna ungu sebagai simbol gerakan perempuan, mereka ingin mengangkat jiwa dan pikiran perempuan. Mereka hendak menyerukan pada dunia bahwa perempuan punya rahim DAN otak. 

Maksudnya fungsi perempuan hendaknya tidak hanya didefinisikan secara biologis dari organ reproduksinya, tetapi juga bahwa perempuan punya kemampuan untuk berpikir dan bernalar; kemampuan yang terutama pada saat itu lebih diidentikkan sebagai milik laki-laki. 

Ungu sebagai pengambilan kembali hak milik perempuan atas identitasnya

Alasan lain mengapa kelompok feminis gelombang kedua pada saat itu memilih warna ungu adalah sebagai wujud pengambilan kembali hak kepemilikan perempuan atas identitas dirinya yang selama ini telah “dirampas” oleh masyarakat. 

Masyarakat telah memberikan identitas warna perempuan, bahwa perempuan identik dengan merah jambu dan warna-warna pastel lainnya. Nah pada waktu itu, ungu belum menjadi warna yang dikenal. 

Dengan memilih warna ungu, kelompok feminis gelombang kedua ingin menegaskan bahwa perempuan adalah pemilik atas tubuh dan identitasnya sendiri, bahwa perempuan tidak selalu harus mengenakan warna merah jambu dan pastel. 

Ungu dan kesetaraan

Kini ungu telah menjadi simbol perjuangan feminis, simbol kesetaraan perempuan dan laki-laki. Warna ungu sendiri sepertinya memang tepat dijadikan sebagai simbol ini. Coba campurkan warna merah jambu dan warna biru. Hasilnya? Tentu saja ungu ^.^ 

0 comments on “Mengapa Warna Ungu Menjadi Simbol Perjuangan Perempuan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: