Feminisme

Yang Tak Terpisahkan

 

Novel “terbaru” Simone de Beauvoir.

Buku ini “diiklankan” sebagai berikut : Tentang persahabatan yang (konon) penuh gairah dengan Elisabeth Lacoin (yang kerap dipanggil Zaza),  “cinta pertama”nya yang kelak mengantarkannya menjadi feminis abadi.

Zaza adalah figur yang sangat ia kagumi, dan sangat mempengaruhi pemikiran-pemikiran feminis Beauvoir kelak.

Missing piece untuk memahami filsafat dan kehidupan Beauvoir. 

Novel yang isinya terlalu pribadi menurut Beauvoir sehingga perlu menunggu 34 tahun setelah kematiannya untuk diterbitkan. 

Adalah Sylvie Le Bon de Beauvoir, putri angkatnya, yang memberikan judul Les Inseparables (Yang Tak Terpisahkan). 

Novel-novel Simone de Beauvoir sepertinya semua terinspirasi dari hidupnya. Les Inseparables ini adalah kisah “persahabatan”nya dengan Zaza. Les Mandarins adalah kisah cintanya dengan Nelson Algren. L’invitée adalah kisahnya dengan Jean Paul Sartre dan Olga. 

Sampai di sini, semua kalimat di atas adalah yang ditulis media tentang Simone de Beauvoir dan karya-karyanya. Setelah melakukan verifikasi dokumen-dokumen asli, saya tidak menemukannya demikian.

Baca selengkapnya kesalahpahaman-kesalahpahaman yang sudah telanjur diyakini media dan pembaca mengenai Simone de Beauvoir dalam buku terbaru saya BEAUVOIR MELINTAS ABAD terbitan EA Books, Mojok Grup. Buku ini bisa diperoleh di reseller-reseller terdekat di kota Anda, silakan cek di Shopee dan Tokopedia ya.

Meskipun sifatnya sebenarnya bukan esai, novel-novel dan cerpen-cerpen Beauvoir ditulis dengan mengacu kepada filsafat eksistensialisme ala Beauvoir.

Simone de Beauvoir juga sudah menulis beberapa otobiografi, dari masa kanak-kanak, remaja, dewasa muda, dewasa madya, masa tua, dan menjelang kematian. Dalam otobiografi-otobiografi ini, kita bisa temukan perkembangan pemikiran-pemikiran filsafatnya. 

Karya-karya filsafatnya juga bisa dikategorikan berdasarkan “usia” : Dalam The Second Sex, dia menulis tentang kehidupan perempuan dalam setiap kategori usia. Lalu secara khusus dia juga menulis tentang Masa Tua.  

Namun demikian, perlu diketahui bahwa esai-esainya bukan hanya tentang feminisme, tetapi juga pemikirannya yang lain, yang khas Beauvoir (dinamakan sebagai la pensée/la conception beauvoirienne). 

0 comments on “Yang Tak Terpisahkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: