Cinta dan Ke-(tidak)-setiaan

Kaktus yang Berbunga


Kaktus adalah tumbuhan yang kuat dan resisten; hidup umumnya di daerah kering (gurun, semi gurun, padang rumput kering). Durinya adalah untuk melindungi diri, mengurangi penguapan air pada daun agar dapat tumbuh lama tanpa air.

Perempuan/laki-laki dewasa yang pernah punya pengalaman traumatis saya gambarkan sebagai kaktus. Mereka bertahan menjalani hidup meski dengan kepribadian tersayat, dalam “kekeringan” cinta, dalam ketidakmampuan mencintai dan merasakan cinta.

Mereka berduri untuk melindungi diri (menyerang, merasa terserang, dll), meski memang durinya ini menyakitkan bagi pasangan mereka.

Tetapi kaktus tertentu juga dapat berbunga dan bunganya sangat indah. Mereka yang pernah mengalami peristiwa traumatis, saat mereka telah mampu memeluk luka-luka masa lalunya, mereka juga dapat menjadi kaktus yang berbunga.

Aku mencintaimu, dirimu

Kau mencintaimu, dirimu


Aku tidak sedang menghancurkan diriku

Kau yang sedang menghancurkanku, kau kan terus menghancurkanku
Kau yang telah remuk
Anak yang tak dicintai, mampukah engkau mencintai?
Mencintai, anakku, bukan menyenangkan hatiku dengan caramu
Mencintai adalah mendengarkan
Mencintai adalah memahami
Mencintai adalah merawat dan peduli

Mencintai adalah memberi perhatian
Mencintai adalah senantiasa mempertimbangkan dia yang dicintai
Mencintai bukanlah dengan kado-kado indah
Mencintai adalah menunjukkan kasih sayang dengan kelembutan
Dari sejak dimulainya hari
Sampai kita berucap selamat bermimpi indah
Mencintai adalah melingkupi dia yang kau cinta dengan cinta
Dan dalam cinta, cintaku
Kita bercinta, bukan sekedar bersenggama
Kita mencapai kenikmatan sambil membawanya dalam kenikmatan

Dalam cinta, kita tidak mungkin menjadi Cartesian
Karena cinta tidak dapat dijelaskan, ia tidak didasarkan pada alasan
Dalam cinta, kita tidak ber-matematika
Ketika mencintai, kita tidak menghitung sudah berapa banyak memberi dan menerima
Kita memberikan sepenuh cinta yang kita punya
Tanpa kehilangan cinta akan diri sendiri
Mencintai, kekasihku, adalah memperlakukan yang dicintai dengan kelembutan bukan dengan sarkasme dan kecurigaan
Mencintai adalah melindungi bukan membela diri
Durimu, kaktusku, menusukku, membuatku kesakitan
Kumencintaimu, cintaku, dan ku mencintai diriku
Tenangkan dirimu, tarik perlahan nafasmu, dia tak lagi di sana

Menangislah, menangis di bahuku, menangislah bersamaku.
Tulisan selengkapnya dapat dibaca di sini Memeluk Luka-luka Masa Lalu.

0 comments on “Kaktus yang Berbunga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: