Puisi

Sebuah Intermezo, Selamat Tinggal Maupassant

Ku kan selalu menjadi bintangmu
Kan kusinari malam-malammu
Ku takkan pergi jauh
Lihatlah aku, dari jendela kamarmu
Aku di sana, di langit nan biru

Bangunlah kekasihku
Dengar nyanyian merdu burung-burung
Raih jemariku melingkari tubuhmu
Sandarkan kepala mungilku di bahumu
Belai lembut rambutku
Rasakan hangat harumnya semerbak

Kusentuh pipimu penuh duri halus kaktus abu-abu
Kau begitu tampan, aku terbakar hasrat gelora
Sentuhlah bibirku, kecup, kulumlah lembut
Seperti ciuman pertama pengantin baru menyambut mentari pagi malu-malu

Percayalah padaku, Angelo-ku
Semua kenangan tak akan terhapus
Bukankah kau telah memahatnya dengan pualam ?

Kita berpapasan, kau hampiri diriku,
Ku temukan diriku,
Kau hidupkan perempuan terkubur dalamku
Tidakkah perjumpaan kita begitu indah?
Intermezo kecil pengubah jalan hidup
Munculkanmu dari dasar telaga itu, bangkitkanku dari tidur panjangku

Cinta kita yang tak mungkin bersatu
Tetap akan kuat dan indah
Selamat tinggal, Maupassant, jangan menangis, aku takkan pergi jauh

Ilustrasi : Les Amants heureux, karya Gustave Courbet

0 comments on “Sebuah Intermezo, Selamat Tinggal Maupassant

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: