Feminisme Perempuan & Gender

Kartini dan Realitas yang Bergender

Ketika impiannya -yang ia perjuangkan selama bertahun-tahun- sudah hampir terlaksana, Kartini menyerah untuk memenuhi tuntutan keluarga dan budaya. Ia menikah dengan laki-laki yang sudah memiliki tiga istri sebelumnya. 

Keputusan yang mengejutkan dan sulit dipahami orang-orang yang mengenal Kartini saat itu, dan juga mungkin oleh sebagian dari kita yang memperingati kepahlawanannya setiap tahun. Ia yang menentang patriarki, mengapa ia tunduk pada sistem ini? 

Ia cerdas tetapi sayang ia lemah hati, demikian kalimat yang saya temukan pada beberapa artikel yang berbicara mengenai Kartini. Kalimat yang mengabaikan fakta bahwa pilihan Kartini ini menentang prinsipnya sendiri tentang poligami. 

Kelemahan hati apakah yang dimaksud ketika seorang perempuan memilih untuk menyelamatkan reputasi keluarga dan membahagiakan orang tua dengan mengorbankan prinsip-prinsip yang ia pegang teguh? 

Tentu bukan hal yang mudah untuk mengambil dan menjalani keputusan yang bertentangan dengan prinsip yang kita yakini dan bahkan kita perjuangkan. 

Calon suami Kartini saat itu adalah laki-laki terpelajar, yang berjanji akan mendukungnya untuk mendirikan sekolah bagi perempuan bumiputra. Yang berarti adalah tujuan akhir yang Kartini harapkan untuk dapat memajukan kaumnya seyogyanya tetap akan tercapai. 

Tapi lagi-lagi kita mengkritik Kartini belum menjadi perempuan bebas seutuhnya karena ia masih bergantung pada laki-laki untuk mewujudkan impiannya ini. Kebebasan apakah yang kita maksud?

Realitas yang bergender adalah kritik utama Simone de Beauvoir terhadap Jean-Paul Sartre. Menurut Beauvoir, Sartre seperti filsuf pada umumnya, tidak melibatkan konteks situasional dalam menggambarkan realitas manusia. Sartre selalu menekankan kebebasan mutlak.

Yang dimaksud dengan realitas bergender adalah bahwa perempuan tidak dihadapkan pada realitas yang sama, dan juga tidak menghayati realitas dalam cara-cara yang sama dengan laki-laki. 

Dalam pandangan Beauvoir, desakan situasi (lingkungan, sosial) dan kodrat biologis sebagai perempuan, keduanya merupakan beban perempuan. Perempuan harus memutuskan untuk dirinya sendiri apa yang akan ia lakukan berkenaan dengan kedua aspek yang menekannya ini. 

Dalam hal mengambil keputusan inilah, karena ia mempertimbangkan konsep situasional, Beauvoir senantiasa mempertimbangkan aspek konteks; situasional.  Contohnya saja ia berpendapat bahwa perempuan dalam harem pun masih dapat mencari celah untuk memiliki kebebasan. Karena menurutnya ada banyak cara untuk menjalani hidup. 

Dalam salah satu suratnya, Kartini menyatakan bahwa apa yang ia perjuangkan tidak berubah, ia hanya mengubah caranya. Jika dalam memilih cara ini, ia mengorbankan prinsip diri tetapi mempertimbangkan perasaan orang-orang terdekatnya, kepentingan keluarga, dan juga kepentingan kaumnya, apakah berarti ia kalah dan tunduk terhadap patriarki? Apakah keputusannya salah? 

Saya kira keputusan-keputusan yang melibatkan penalaran moral tidak berarti harus dinilai baik benarnya secara moral. Pengambilan keputusan Kartini mencerminkan pengambilan keputusan perempuan pada umumnya. Yang melibatkan empati dan kepedulian kepada orang lain, yang merupakan keutamaan jiwa perempuan (Sabina Spielrein, 1912). 

Kartini bagi saya adalah perempuan yang berusaha menemukan celah-celah kebebasan dalam mewujudkan impiannya untuk membebaskan kaumnya. Dan saya sependapat dengan Beauvoir, perempuan dalam keterbatasan situasi seperti apapun, tetap akan menemukan celah untuk mengecap sedikit kebebasan.  Selamat hari Kartini. 

 

Normandie, 2020

Foto wisuda tahun 2008 dengan temanku yang cuantik Friska Melani 😍 Bersyukur dapat menikmati kebebasan untuk menuntut ilmu setinggi yang kita inginkan 💜

 

0 comments on “Kartini dan Realitas yang Bergender

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: