Feminisme Perempuan & Gender

Nona atau Nyonya?

Hai, ini adalah lanjutan dari artikel Call Me Madame 😉

Jika kalian tertarik dengan teori-teori feminisme dari Prancis, kalian bisa temukan teori-teori terbaru dari negeri ini dalam buku saya Ada Serigala Betina Dalam Diri Setiap Perempuan : Psikologi Feminis Untuk Meretas Patriarki. Buku ini tentang apa? Temukan dalam video ini ya atau bisa dibaca dalam tulisan ini.

Ada pula buku Simone de Beauvoir yang baru saja terbit bulan Juli 2021 lalu.

Baca juga tentang perempuan lajang dalam tulisan Perempuan-perempuan Penyihir.

Di Prancis, dalam interaksi kita dengan orang lain yang tidak kita kenal, atau sudah kita kenal tetapi tidak akrab (dalam relasi formal), kita biasanya menggunakan sebutan Tuan (Monsieur), Nona (Mademoiselle), dan Nyonya (Madame). Demikian pula dalam urusan administrasi (surat-surat, dokumen, dll).  

Kelompok feminis menganggap panggilan ini diskriminatif. Mengapa kita tidak membedakan panggilan antara pria lajang dan pria yang sudah menikah? Menurut mereka, sebutan Nona yang akan berganti dengan Nyonya ketika seorang perempuan sudah menikah, menunjukkan  seolah-olah tugas perempuan belum selesai ketika ia belum menikah. 

Tambahan lagi, pembedaan panggilan Nona dan Nyonya ini juga jadi mewajibkan perempuan untuk meng-ekspose status perkawinan yang diyakini masyarakat Prancis sebagai urusan pribadi masing-masing orang. Dalam budaya yang sangat menghargai privacy, hal ini memang bukan masalah sepele.

Selain itu, bagaimana dengan mereka yang tidak menikah pada usia tertentu (di mana perempuan seusianya “biasanya” sudah menikah?) sementara penuaan fisik sudah terlihat jelas pada perempuan ini? 

Meski istilah perawan tua sudah lama ditinggalkan di Prancis, orang umumnya jengah ketika  memanggil perempuan lansia dengan sebutan Nona. Zaman sekarang orang cenderung langsung menyapa dengan sebutan Nyonya pada perempuan yang tampak sudah cukup umur. 

Meski akhirnya kembali jadi persoalan, karena masyarakat Prancis tidak pernah mempertanyakan usia seseorang, perempuan yang belum setua itu untuk dipanggil Nyonya (atau belum merasa setua itu) akan merasa terhina pula ketika ia dipanggil dengan sebutan ini. 

Bagi sebagian orang, pembedaan antara Nona dan Nyonya justru merupakan bagian dari tradisi merayu yang sangat menarik. Para pria umumnya ketika ingin mendekati perempuan di sebuah kafe, bar, ataupun tempat-tempat kumpul lainnya, akan memulai dengan bertanya,”Saya panggil Nona atau Nyonya?” 

Atau ketika ia menyapa perempuan dengan sebutan Nona, perempuan yang jika tertarik juga dengan si pria ini, akan menyambutnya dengan senyum tersipu-sipu. Apalagi banyak perempuan merasa tersanjung ketika dipanggil Nona karena berarti mereka masih terlihat muda. 

Di sisi lain, sebagian perempuan dewasa yang belum menikah menolak dipanggil Nona karena konotasinya yang cenderung kekanak-kanakan. Mereka tidak mau dipanggil Nona karena merasa dianggap sebagai anak-anak. Duh serba salah ya. 

Akhirnya, pemerintah Prancis memutuskan untuk menghapus sebutan Nona dalam semua berkas hukum dan administratif, jadi hanya ada Nyonya. Tetapi dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, pemerintah memberikan kebebasan pada perempuan itu sendiri untuk dipanggil dengan Nona atau Nyonya. 

Hmm saya sendiri lebih senang dipanggil Nyonya, dengan alasan-alasan yang saya tuliskan dalam bait-bait di atas (lihat Call Me Madame). Lagipula, hmmm ini alasan sebenarnya : kerut-kerut di wajah dan rambut putih yang mulai menguasai kepala saya, kayaknya udah jelas-jelas engga cocok dipanggil Nona kali ya 😂😂😂

1 comment on “Nona atau Nyonya?

  1. Pingback: Call Me Madame – CATATAN ESTER

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: