Dunia psikoanalisis yang maskulin sementara Sabina Spielrein mengadopsi pendekatan feminis, eklektisisme-nya yang kurang umum apalagi di kalangan psikoanalis (mengenai eklektisisme ini dapat dilihat dari keragaman tema tulisan-tulisannya), rivalitas dengan Anne Freud, dan politik Stalin, telah membuat Sabina terabaikan.

Kita perlu berterima kasih kepada Aldo Carotenuto dan Carlo Trombetta yang menerbitkan korespondensi antara Sabina Spielrein, Freud, dan Jung pada 1980. Sejak itu, penelusuran mengenai psikoanalis feminis ini dilakukan dan tulisan-tulisannya mulai diterjemahkan.

Tulisan utama dan yang pertama dari Sabina Spielrein merupakan bagian dari disertasinya, berjudul ‘Über den psychologischen Inhalt eines Falles von Schizophrenie (Dementia praecox)’ [On the psychological content of a case of schizophrenia (Dementia praecox)].

Disertasi ini bisa jadi merupakan disertasi pertama mengenai psikoanalisis. Yang pasti adalah disertasi pertama tentang psikoanalisis yang ditulis oleh perempuan untuk pertama kalinya.

Disertasinya merupakan studi kasus yang sangat meyakinkan, berisikan sesi-sesi terapi Sabina terhadap seorang pasien skizofrenia. Ini merupakan karya pertama dalam kajian psikosis (kegilaan). Karya ini sangat penting bagi Freud karena menjadi bukti ilmiah dari keberadaan dorongan-dorongan ketidaksadaran.

Dalam karyanya ini, tampak sensibilitas dan kecakapan luar biasa Sabina dalam menguraikan proses-proses ketidaksadaran. Ia menyajikan protokol dialog-dialog dengan pasiennya.

Awalnya, apa yang diungkapkan si pasien seperti tidak ada arti. Tetapi Sabina sebagai terapis mengelompokkan materi percakapan ini dan menjelaskan dengan cara sedemikian rupa yang membuat pembaca menangkap emosi, perasaan, dan konflik ketidaksadaran si pasien.

Jung, Freud, dan Bleuler sangat terkesan dengan hasil kerja keras Sabina ini. Karya ini diterbitkan dalam sebuah jurnal ilmiah Jahrbuch für Psychonalytische und Psychopathologische Forschung (1911). Berkat disertasinya ini, Sabina diangkat menjadi anggota Vienna Psychoanalytic Society sekaligus menjadi anggota perempuan pertama dalam organisasi ini.

Tulisan keduanya yang juga sangat penting terbit satu tahun kemudian (1912) ‘Die Destruktion als Ursache des Werdens’ [Destruction as the cause of coming into being/Destruction as the cause of becoming]. Tulisan ini merupakan surat cintanya terhadap Jung setelah akhir hubungan cinta mereka.

Sabina merenungkan pengalaman cintanya dan kekecewaannya terhadap Jung sebagai kekasih sekaligus terapis. Dalam refleksinya, ia mempertanyakan bagaimana mungkin manusia merasakan kepuasan melalui penderitaan dan kenikmatan melalui kepedihan?

Dari pertanyaan ini, ia mengembangkan teori paradoksal mengenai pengabdian perempuan dan memperkenalkan salah satu dorongan primer: destruktif.  Libido, menurutnya, punya dua sisi: kekuasaan untuk membuat segala sesuatu indah dan pada saat yang sama dapat merusak.

Dari sinilah Freud kelak mengembangkan konsep dorongan kematian (1920) setelah sebelumnya ia mengkritik pemikiran Sabina ini sebagai karakter Rusia yang ambivalen.

Sabina menulis lebih dari 30 artikel (yang sejauh ini berhasil ditemukan dan diterjemahkan), berisikan gagasan-gagasannya yang cemerlang dan orisinal. Ia awalnya menulis dalam bahasa Jerman, kemudian bahasa Prancis. Baru artikel-artikel terakhirnya yang ia tulis dalam bahasa Rusia yang adalah bahasa ibu baginya.

Daftar karya-karya Sabina secara lengkap dapat dilihat di sini: List of Spielrein’s Publications