Perempuan & Gender

Perilaku Negatif Anak sebagai Sinyal dan Kegagalan Orang Tua Menangkap Sinyal

Saya jadi diingatkan bahwa orang tua (atau figur signifikan lain) hendaknya peka menangkap sinyal-sinyal yang berusaha disampaikan anak yang mengalami kejadian traumatis. Sinyal-sinyal ini tampil dalam bentuk perilaku negatif: rewel, kasar, agresif, memberontak, dll.

Anak, dengan keterbatasannya, dalam ketidakmengertiannya, sulit mengungkapkan secara eksplisit apa yang ia alami. Perilaku negatif mereka merupakan ekspresi dari kegelisahan dalam diri, dari semua emosi yang berkecamuk tanpa mereka dapat menamakannya.

Anak mengharapkan orang tua mampu memahami apa yang terjadi, menyingkap yang tersembunyi, yang tidak dapat mereka ceritakan.

Seringkali saya mendapati mereka yang pernah menjadi korban kekerasan/pelecehan seksual bertanya mengapa dulu orang tua (baca: ibu) tidak dapat “menangkap” perubahan sikap dan perilaku mereka, tidak dapat “melihat” bahwa mereka mengalami peristiwa yang mengerikan?

Pertanyaan ini tentu membangkitkan rasa bersalah pada diri orang tua. Tidak jarang terapi pemulihan korban kekerasan di masa kanak-kanak membutuhkan proses pemaafan orang tua. Orang tua sendiri perlu memaafkan dirinya yang seperti “buta” pada saat kejadian.

(Harus diakui, ada orang tua yang “membutakan” diri, yang menyangkal mengetahui bahwa peristiwa itu terjadi, bersikap seolah tidak terjadi apa-apa. Khususnya bila pelaku adalah anggota keluarga).

Ketika orang-orang terdekat tidak mampu menangkap atau memahami sinyal yang diberikan anak, mereka akan menanggapi sinyal ini dengan cara-cara yang memperburuk kondisi anak.

Korban pelecehan/kekerasan seksual di masa kanak-kanak pun rentan mengalami bentuk kekerasan lainnya sebagai respons terhadap dampak pelecehan/kekerasan yang ia alami.

Kawan saya, tidak hanya sering dimarahi dan dihukum ayahnya, ia harus pula menerima dirinya senantiasa dibanding-bandingkan dengan adiknya yang memang manis, lembut, tak pernah berulah, nyaris sempurna. (Kita lihat juga rantai kekerasan ketika si adik menjadi sasaran pelampiasan kakaknya).

Tulisan ini adalah lanjutan dari Gadis Cilik Itu dan Kepribadiannya Yang Tersayat

Selengkapnya dapat dibaca di sini  

1 comment on “Perilaku Negatif Anak sebagai Sinyal dan Kegagalan Orang Tua Menangkap Sinyal

  1. Pingback: Kepribadian Yang Tersayat – PSIKOLOGI FEMINIS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: