Feminisme Puisi

Putri-putriku, jadilah liar

Kan kuberikan pada kalian yang ibuku tak mampu berikan

Kan kulimpahkan pada kalian yang beliau ambil dariku

Kan kusampaikan kepada kalian yang tak diketahui ayahku 

Kan kusingkapkan yang beliau coba tutupi

Kan kuizinkan kalian melakukan yang mereka larang dariku

Mengatakan yang mereka tak ingin aku ucapkan

Atas nama cinta dan perlindungan

Berendam dalam derita dan ketidakberdayaan

Dilanggengkan adat dan tradisi

Putri-putriku, 

Kalian kan belajar apa itu kehidupan

Keindahan, kekejaman, kemurnian, dan kenyataan

Kan kalian jelajahi semesta megah

Sentuhlah bulan yang berayun di atas gelombang pantai kala malam berbintang

Menyelamlah dalam fyord sambil melewati gua permata

Saksikan burung berlari dengan kura-kura dan orang hutan

Pergilah kagumi keindahan bukit Tehuacan

Terbanglah, lepas bebaskan diri kalian, jangan kalian gentar

Alam adalah saudara perempuan kalian,

Belailah air, tataplah langit

Peluklah bumi, biarkan semangat menyala berapi

Cintai tubuh dan hati kalian

Dengarkan insting, jangan ragukan intuisi

Bukalah kotak itu, Pandora-pandoraku

Masuklah dalam ruangan yang dikunci si Janggut Biru

Tak ada yang perlu kalian takutkan selain kenaifan

Kalian adalah serigala betina, Hypatia, prajurit perang, jenderal Mulan

Kalian adalah perempuan

Tampilkan feminitas kalian yang terliar

Meski untuk itu, maafkan ibunda kalian

Memasukkan yang satu dan mengeluarkan yang lain

Dia yang dengannya aku dapat menenun kalian dalam rahimku

Dia yang dapat menjadi kakak laki-lakimu beserta pendahulunya

Maafkan ketidakhadiranku pada beberapa senja di musim panas

Tuk menjadi bahagia sebelum memanjakan kalian

Untuk tetap menjadi perempuan setelah menjadi seorang ibu

Terimalah terlebih dahulu kematianku, putri-putriku

Biarkan perempuan tua ini menutup mata

Sebelum kalian menjadi Vasalisa 

Untuk kedua putriku

 

 

Terinspirasi oleh Women who run with the wolves (Clarissa Pinkola Estés).

Kredit foto : Sarah Richter @ Pixabay

1 comment on “Putri-putriku, jadilah liar

  1. Pingback: Perempuan, jadilah liar – PSIKOLOGI FEMINIS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: