Cinta dan Ke-(tidak)-setiaan Perempuan & Gender

Psikologi Perempuan Kedua : Untuk Pemahaman yang Empatis, Untuk Penanganan yang Efektif

Apa yang terlintas di benak kita mendengar tentang perempuan yang menjalin hubungan dengan pria beristri ?

Umumnya perempuan yang kerap dinamakan perempuan kedua ini mengantarkan kita pada sosok perempuan cantik, muda, seksi. Lebih lanjut kita membayangkan pula seorang perempuan penggoda, penghancur rumah tangga orang, dan matre (materialistis).

Belakangan ini kita memberinya sebutan pelakor, perebut laki orang, yang mengukuhkan posisinya sebagai pelaku, si jahat. Inilah gambaran (representasi) kita tentang perempuan kedua yang banyak diisi sebenarnya oleh fantasi.

Padahal faktanya jauh lebih kompleks dari yang kita duga. Cinta (atau ilusinya) seringkali memang tidak rasional dan membutakan mereka yang mengalaminya.

Cinta? Ya, cinta. Perempuan kedua seringkali bertolak belakang dengan pencitraan yang melekat pada dirinya sebagai perempuan yang hanya ingin bersenang-senang dengan suami orang lain, adalah perempuan yang benar-benar mencintai pasangannya. Hubungan mereka didasarkan pada rasa bernama cinta.

Mereka bahkan tersiksa, nelangsa, dan menderita akibat cintanya ini. Terjebak dalam imaji dan fantasi kita tentang perempuan jahat perusak rumah tangga, kita cenderung mengabaikan unsur ini dalam hubungan yang berlabelkan “perselingkuhan”.

Rangkaian tulisan ini tidak untuk membela perempuan kedua. Tetapi agar kita memiliki pemahaman utuh tentang perempuan kedua dan ketidaksetiaan pasangan.

Dengan menyikapi persoalan ini secara lebih objektif, kita dapat membantu : (a) perempuan kedua (teman, saudara, atau diri sendiri) untuk sesegera mungkin keluar dari hubungan tanpa masa depan dengan pria yang sudah terikat janji perkawinan, dan sedapat mungkin menghindari hubungan asmara dengan pria ini ; (b) membantu pasangan-pasangan yang mengalami badai pengkhianatan untuk dapat membangun kembali rumah tangga mereka.  

Kredit foto : Skeeze@pixabay

Silakan donlot di sini untuk kumpulan artikel Psikologi Perempuan Kedua. 

Atau baca pula : Suatu Hari Nanti, Pangeranku Akan Bercerai

https://www.qureta.com/post/ilusi-harapan-dan-kenaifan-perempuan-kedua

0 comments on “Psikologi Perempuan Kedua : Untuk Pemahaman yang Empatis, Untuk Penanganan yang Efektif

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: