Well-being

Temuan Terbaru tentang Subjective dan Psychological Well-being : Berbeda Tetapi Saling Memengaruhi

Terima kasih untuk pertanyaan-pertanyaan yang masuk mengenai kesejahteraan subjektif (subjective well-being) dan kesejahteraan psikologis (psychological well-being), yang membuat saya jadi mengikuti perkembangan kedua teori ini.

Tulisan Psychological & subjective well-being, apa bedanya? saya buat pada awal tahun 2012. Pada saat itu, sampai beberapa tahun berikutnya, para pakar di bidang ini, khususnya Ed Diener, Martin Seligman, dan Carol D. Ryff cenderung membedakan antara kesejahteraan subjektif (SWB), kebahagiaan otentik, dan kesejahteraan psikologis (PWB).

Sampai dengan tahun ini (2019), mereka tetap meyakini akan perbedaan kedua teori. Namun demikian, Diener didukung peneliti-peneliti lain yang bekerja sama dengan beliau, menemukan bahwa variabel-variabel ini sebenarnya saling memengaruhi. Mereka meyakini akan jauh lebih baik jika kita mengukur kesejahteraan subjektif dan psikologis sekaligus.

Seligman sepertinya juga mulai menyadari hal ini, meski belum mengungkapkannya secara tegas seperti Diener. Teorinya yang terbaru Well-being theory menggambarkan evolusi pendapat-pendapatnya mengenai topik ini.

Ed Diener, Samantha J. Heintzelman, Kostadin Kushlev, Louis Tay, Derrick Wirtz, Lesley D. Lutes, dan Shigehiro Oishi menuliskan temuan terakhirnya di artikel jurnal ini; perlu dibaca oleh mereka yang tertarik dengan topik ini :

Findings_all_psychologists_should_know_from_the_new_science_on_subjective_well_being

Diener juga terus memperbaharui situsnya :

https://eddiener.com/

Di situs ini kalian dapat menemukan artikel-artikel terbaru, dan alat ukur juga sudah ada yang dalam bahasa Indonesia. Kalian dapat menemukan di bagian Scales, dan kemudian kamu pilih “download” dalam bahasa Indonesia 🙂

4 comments on “Temuan Terbaru tentang Subjective dan Psychological Well-being : Berbeda Tetapi Saling Memengaruhi

  1. Pingback: Kebahagiaan, kesejahteraan, subjektif, psikologis….? – PSIKOLOGI FEMINIS

  2. Pingback: Psychological & subjective well-being, apa bedanya? – PSIKOLOGI FEMINIS

  3. Anonymous

    terimakasih mbak ester atas penjelasannya… saya dinda. mbak ester saya lagi mencari2 referensi tentang Flourishing yg dicetuskan Seligman. pa ya mbak perbedaan teori PWB dan Flourishing? terimakasihh

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: