Feminisme

“De l’amour” : mengutuk kekerasan terhadap kelompok LGBTQI+

Aktualita Perancis belakangan ini diwarnai kekerasan dengan karakter homophobia* di berbagai kota terutama Paris. Setiap minggu selalu ada berita tentang penganiayaan terhadap pasangan lgbtqi+ (lesbian, gay, biseksual, transgender, queer, intersexe, dan lain-lain, apapun namanya, yang menggambarkan gender dan seksualitas seseorang. Sebagian besar di antaranya termasuk penganiayaan berat dan dilakukan di tempat publik.

Korban mulai berani bicara. Twitter digunakan sebagai media untuk berbagi cerita dan mengundang korban lain untuk menceritakan penganiayaan yang mereka alami. Tagar leur histoire, notre histoire (kisah mereka, kisah kita) menjadi viral beberapa minggu ini.

Mereka juga tidak segan melaporkan kekerasan ini ke polisi, yang memang telah mendapatkan pelatihan khusus untuk menangani kasus-kasus penyerangan dengan karakter homophobia. Dengan visum yang menunjukkan luka-luka berat, pelaku tidak dapat menghindari hukuman.

Namun, hukuman tidak seketika menghentikan kekerasan homophobia. Marlene Schiappa, sekretaris negara urusan anti diskriminasi pun merencanakan aksi preventif : peningkatan kesadaran anti homophobia akan dimasukkan dalam kurikulum sekolah. Dalam hal ini, ia menekankan bahwa homophobia bukanlah suatu opini (opini berarti tiap orang, jika mau, boleh punya opini ini). Homophobia bukanlah opini, melainkan bentuk diskriminasi. Hal ini yang menurut Schiappa perlu ditanamkan pada masyarakat, dan harus dimulai sejak dini.

Sementara itu, sebagai bentuk solidaritas terhadap korban sekaligus bentuk pengecaman terhadap kekerasan dengan karakter homophobia, 70 tokoh terkenal (aktor, aktris, politikus, penyiar, penyanyi, dll) bergabung mengumandangkan lagu De L’amour. Termasuk di antaranya adalah Christiana Taubira, mantan menteri kehakiman yang pernah memperjuangkan Undang-undang Mariage pour tous (perkawinan untuk semua, termasuk untuk kelompok homoseksual).  

 

 

De l’amour ditulis oleh Patxi Garat sedangkan video klipnya dibuat oleh Benoît Pétré. Dalam video klip, Pétré menampilkan adegan cinta dan kekerasan; keduanya merupakan representasi dari kehidupan kelompok LGBTQI+.

Adalah asosiasi Urgence Homophobie, yang berinisiatif membuat lagu ini dengan maksud menggunakannya untuk kampanye sosialisasi anti homophobia. Asosiasi ini awalnya bernama Urgence Tchétchène, didirikan pada tahun 2017 untuk menjadi semacam rumah aman dan juga memberi pendampingan bagi para pengungsi LGBTQI+ dari Chechnya.

Menyadari bahwa bukan hanya pengungsi LGBTQI+ dari Chechnya yang membutuhkan tempat perlindungan,  Urgence Tchétchène memutuskan untuk berganti nama menjadi Urgence Homophobie.

Kembali mengenai lagu De L’amour, lagu ini menceritakan tentang Azamat, pengungsi dari Chechnya, pengungsi pertama yang masuk dalam asosiasi ini. 

Ia melarikan diri dari negaranya karena di sana, ia tidak dapat menjalani kehidupan secara “normal”; karena ia dianggap tidak normal. Ia menjadi korban kekerasan, dianggap penjahat, dan dipenjarakan karena orientasi seksualnya. Tentu ia tidak sendiri. Chechnya memang bukan negara ramah bagi kelompok LGBTQI+.

Perancis khususnya Paris menjadi negara tujuan mereka, dengan harapan di negara yang disebut-sebut sebagai negara HAM ini, mereka tidak akan mengalami diskriminasi dan kekerasan (Salah satu kalimat dalam lagu De l’amour : Akhirnya saya berjalan di kota di Paris, dan saya tidak lagi takut menjadi diri saya sendiri). 

Harapan ini dikhawatirkan hanya menjadi harapan ketika belakangan ini tindak penyerangan terhadap kelompok LGBTQI+ meningkat. Semoga saja lagu De L’amour dapat membangkitkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama mengutuk kekerasan terhadap kelompok LGBTQI+ dan menghentikan diskriminasi terhadap kelompok ini. 

 

 

*Homophobia ditampilkan dalam bentuk penghinaan, penolakan, dan kebencian terhadap kelompok (individu), praktik-praktik, dan representasi homoseksual apapun bentuknya.

Homophobia saat ini dinamakan pula sebagai LGBTQI+ phobia. Istilah-istilah khusus lainnya juga sudah dikenal seperti lesbophobia, gayphobia, biphobia, transphobia.

Untuk laporan tahunan kasus-kasus Homophobia (data Perancis; dalam bahasa perancis) dapat di klik di sini.

SOS Homophobie (bahasa Inggris dan Perancis)

0 comments on ““De l’amour” : mengutuk kekerasan terhadap kelompok LGBTQI+

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: