Anak

Little angel, Little monster

Memiliki anak identik atau mungkin lebih tepatnya diidentikkan dengan rasa bahagia. Dan perasaan bahagia ini seperti yang kita ketahui selalu terkait dengan emosi-emosi positif. Akibatnya, ibu atau ayah sering malu mengakui ketika tidak selalu merasakan emosi-emosi positif terkait dengan anak(-anaknya). Seolah dengan merasakan emosi yang dilabel tidak positif ini, kita tidak bahagia sebagai orangtua. Padahal semua orangtua umumnya sudah mengalami sendiri semua campur aduk perasaan, antara bahagia dan lelah, antara gemas dan marah, … antara emosi positif dan negatif…

Anak-anak memang lucu, imut-imut, menggemaskan tapi di sisi lain mereka juga dapat menjengkelkan, memicu emosi, bahkan bikin sakit kepala. Meski kadang tetap saja menggemaskan saat mereka menjengkelkan 🙂 Anak-anak saya, kadang saya panggil mereka malaikat, ketika sedang manis-manis nya, dan kadang saya panggil mereka monster ketika sedang nakal-nakalnya. Dan dapat ditebak, mereka lebih suka dipanggil monster karena bangga jadi anak bandel 🙂

Saya pikir-pikir anak-anak itu hebat, kecil tetapi powerful. Kecil tapi sudah mengajarkan orangtuanya akan banyak hal. Belajar sabar, belajar tanggung jawab, belajar mengelola emosi, dll. Saya pribadi harus mengakui jadi banyak belajar sejak memiliki dua malaikat-monster cilik. Belajar menghadapi anak yang tiba-tiba menolak makan, belajar menentramkan anak yang takut gelap, dan belajar hal-hal lain yang seingat saya tidak saya peroleh saat masih jadi mahasiswi psikologi. Bisa jadi karena saya sering terkantuk-kantuk atau terlalu sibuk mengobrol di kelas waktu itu ^.^ Tetapi yang pasti, teori-teori psikologi anak yang pernah saya pelajari menjadi begitu konkret baik untuk disetujui maupun untuk dikritik sejak saya menjadi seorang ibu.

Saya sampai pada kesimpulan bahwa ketika orangtua membesarkan anak hingga dewasa, pada saat yang sama mereka mendewasakan orangtua.

Tulisan ini saya persembahkan untuk kedua buah hati saya, malaikat-malaikat kecilku, monster-monster mungilku yang menggemaskan, yang kucintai sepenuh jiwa. Terima kasih sudah membuat hidup ibunda kalian berwarna-warni ceria 😇

0 comments on “Little angel, Little monster

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: