Tokoh

Simone de Beauvoir dan Jean Paul Sartre -pengantar

💜 Buku terbaru saya mengenai Simone de Beauvoir berjudul BEAUVOIR MELINTAS ABAD baru saja diterbitkan EA Books (Buku Mojok Grup) akhir Juli 2021. Buku ini dapat Anda temukan di Shopee dan Tokopedia💜.

Simone de Beauvoir dan Jean Paul Sartre dijuluki sebagai pasangan abadi. Mereka bersama hingga akhir hayat meski selalu ada pria dan perempuan lain yang datang dan pergi dalam hidup mereka.

Simone de Beauvoir selalu disebut sebagai murid Sartre. Ia dijuluki sebagai Sartre perempuan. Ia selalu dilekatkan dengan Sartre, seolah menjadi bayang-bayang. Christine Daigle (2006) dalam tulisannya berjudul “Beauvoir : une réception philosophique” mengatakan hal ini tidak semata-mata kesalahan publik, karena Beauvoir sendiri selalu menempatkan dirinya demikian.

Dalam wawancara dengan Margaret Simons dan Jessica Benjamin pada tahun 1979 misalnya ia mengatakan Sartre adalah filsuf tetapi tidak demikian dengan dirinya. Menurutnya untuk dapat disebut filsuf, orang itu harus mengembangkan sistem filosofi. Dirinya menulis karya sastra tetapi bukan karya filsafat, demikian penekanannya (p.63).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa dalam domain filsafat, Sartre memengaruhi karya-karyanya tetapi tidak sebaliknya. Ia tidak dapat memengaruhi Sartre di bidang ini karena ia sendiri bukan filsuf, karena ia tidak menciptakan konsep filosofis.

Menurutnya, satu-satunya pengaruhnya terhadap Sartre adalah dengan memberikan kritik terhadap tulisan-tulisan Sartre. Ia adalah pembaca pertama karya-karya Sartre sebelum Sartre mengoreksi tulisannya sesuai kritik yang diberikannya. Tetapi lagi-lagi Daigle mencatat bahwa kritik-kritik Beauvoir sangat tajam, kritis, dan tentu sangat berkontribusi bagi pengembangan konsep Sartre.

Beauvoir juga mengatakan bahwa konsep Liyan dalam buku Le deuxième sexe (The Second Sex) ia ambil dari eksistensialisme Sartre. Belakangan Margaret Simons menemukan dalam buku harian Beauvoir bahwa konsep Liyan sudah ia pikirkan jauh sebelum mengenal Sartre.

Bahkan L’être et le néant (Being and Nothingness) yang sering dijadikan acuan untuk memahami konsep Sartre sepertinya juga dipengaruhi oleh pemikiran Beauvoir. Sartre telah membaca terlebih dahulu manuskrip awal dari novel Beauvoir yang berjudul L’Invitee sebelum ia menulis Being and Nothingness.

Kerendahan hati, kerendahan diri, atau cinta serta kekaguman berlebihan terhadap Sartre? Harus saya akui, saya juga jadi bertanya-tanya. Entahlah. Ironis memang mengingat ia memperjuangkan agar perempuan tidak menjadi liyan (the other) bagi laki-laki.

Sejarah juga mencatat bahwa Beauvoir adalah mahasiswi termuda (21 tahun) yang berhasil lulus dari ujian perekrutan guru (agrégation) di bidang filsafat. Ia menempati peringkat kedua setelah Sartre.

Namun perlu diketahui bahwa Sartre telah mencoba dua kali ujian tersebut, sedangkan bagi Beauvoir saat itu adalah ujian pertamanya dan ia langsung berhasil. Kedua Sartre adalah mahasiswa École Normale Supérieure dan telah mengikuti kelas persiapan yang terbaik.

Belakangan dari penuturan juri kepada Maurice de Gandillac (filsuf dan ahli sejarah filsafat, pembimbing Michel Foucault ketika masih menjadi mahasiswa) diketahui pula bahwa dua dari tiga juri sebenarnya bimbang ketika menentukan Sartre atau Beauvoir sebagai peringkat pertama. Ketiga juri mengakui kecerdasan dan keluasan wawasan Sartre tetapi juga tidak dapat menyangkal bahwa filsuf yang sebenarnya adalah Beauvoir.

Daigle mempertanyakan kemungkinan jikalau ditempatkan sebagai ranking kedua di belakang Sartre pada ujian ini berdampak pada Beauvoir untuk senantiasa memposisikan diri sebagai yang kedua, sebagai murid, sebagai pihak yang dipengaruhi dan bukan memengaruhi.

Namun baiklah, saya ingin berhenti membanding-bandingkan Beauvoir dan Sartre, mengenai siapa yang lebih cerdas, siapa yang lebih mampu berfilsafat, siapa yang memengaruhi siapa.

Saya kira wajar dalam hubungan dua insan apalagi seperti Beauvoir dan Sartre bahwa keduanya saling memengaruhi dan dipengaruhi. Beauvoir membaca manuskrip Sartre dan sebaliknya. Kadang dalam interaksi dan diskusi intelektual, kita tidak tahu lagi sesungguhnya siapa yang memengaruhi siapa.

Lebih mendasar dari itu, harus diakui tanpa pengaruh Sartre mungkin kita tidak akan mengenal karya-karya Beauvoir. Sartre berperan besar dalam menyemangati Beauvoir untuk menulis.

Beauvoir sempat hendak meninggalkan dunia akademis dan tulis menulis untuk ‘menyerahkan’ diri kepada ‘kebahagiaan lain’. Saat itu Sartre memperingatkannya apakah ia benar-benar ingin menjadi perempuan dalam ranah domestik.

Seperti yang kita ketahui bahwa pada saat itu, ketika perempuan memilih berkeluarga, tidak akan ada lagi kesempatan baginya untuk mengembangkan aspek-aspek intelektual.

Buku The Second Sex bisa dibilang juga lahir berkat jawaban Sartre atas pertanyaan Beauvoir. Saat itu Beauvoir masih belum tahu mau menulis apa tepatnya tentang perempuan. Sartre menjawab,”Lihat dirimu lebih dekat. Sebagai perempuan, kamu tidak dibesarkan dengan cara yang sama seperti laki-laki.”

Mau tahu lebih jauh mengenai relasi Sartre dan Beauvoir? Apakah Beauvoir memang mengalami kompleks rendah diri dalam hubungannya dengan Sartre? Bagaimana konsep cinta mereka yang membebaskan?

Teman-teman dapat temukan selengkapnya dalam buku terbaru saya mengenai Simone de Beauvoir berjudul BEAUVOIR MELINTAS ABAD. Buku setebal 418 halaman ini kiranya dapat memberikan gambaran utuh mengenai kehidupan Simone de Beauvoir, bukan hanya dalam relasinya dengan Sartre. Buku ini baru diterbitkan EA Books (Buku Mojok Grup) akhir Juli 2021. Buku ini dapat Anda temukan di Shopee dan Tokopedia💜.

0 comments on “Simone de Beauvoir dan Jean Paul Sartre -pengantar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: