Well-being

Psychological & subjective well-being, apa bedanya?

Saya menerima cukup banyak email yang menanyakan perbedaan antara kesejahteraan psikologis (psychological well-being) dengan kesejahteraan subjektif (subjective well-being). Semoga tulisan ini dapat membantu untuk memperjelas perbedaan keduanya.

Kesejahteraan psikologis dan subjektif berbeda, setidaknya sejauh yang saya ketahui, dalam dua hal.

Pertama adalah filosofi yang melandasinya. Kesejahteraan psikologis bersifat eudamonik: seseorang dikatakan sejahtera bila mengisi hidupnya dengan hal-hal yang bermakna, yang bertujuan, yang berguna bagi kesejahteraan orang lain dan pertumbuhan dirinya sendiri. Sedangkan kesejahteraan subjektif bersifat hedonik, mengandung prinsip kesenangan: sejauh mana seseorang merasa hidupnya menyenangkan, bebas stres, bebas dari rasa cemas, tidak depresi, dll yang intinya mengalami perasaan-perasaan menyenangkan dan bebas dari perasaan-perasaan tidak menyenangkan.

Jadi dapat saja orang yang sama merasa dirinya tidak bahagia dan cenderung diliputi stres (skor rendah dalam kesejahteraan subjektif), tetapi skornya tinggi dalam dimensi-dimensi psychological well-being. Sebaliknya dapat pula seseorang merasa hidupnya menyenangkan dan ia tidak tertekan (skor tinggi dalam kesejahteraan subjektif) meskipun ia tidak tahu hidupnya hendak dibawa kemana, ia tidak memiliki kegiatan bermakna, tidak cukup luwes untuk bergaul dengan orang banyak, dll yang tercakup dalam dimensi-dimensi kesejahteraan psikologis (= skornya rendah dalam kesejahteraan psikologis).

Kedua, sesuai dengan namanya, kesejahteraan subjektif bersifat subjektif , maksudnya di sini dalam pengukurannya, seseorang akan menilai sejauh mana dirinya bahagia, tidak stres, tidak cemas, dll; variabel-variabel yang subjektif. Sedangkan kesejahteraan psikologis bersifat objektif, karena seseorang diukur tingkat kesejahteraannya berdasarkan sejauh mana ia memenuhi aspek-aspek/dimensi-dimensi kesejahteraan yang sudah ditentukan, yang dikonstruksi/dibangun berdasarkan konsep-konsep yang diyakini Carol D Ryff, penggagas teori kesejahteraan psikologis ini.

————————————————–

Mahasiswa/i yang terkasih, terima kasih untuk pertanyaan-pertanyaan kalian, yang membuat saya jadi mengikuti perkembangan kedua teori ini. Silakan ditengok dua artikel lain yang baru saya tuliskan mengenai topik ini :

Temuan Terbaru tentang Subjective dan Psychological Well-being : Berbeda Tetapi Saling Memengaruhi

Kebahagiaan, kesejahteraan, subjektif, psikologisโ€ฆ.?

Dieppe, 26 Februari 2019

 

Saran saya, longok pula komentar-komentar di bawah ini. Barangkali dapat mencerahkan kalian yang sedang bingung dengan perbedaan di antara konsep-konsep ini ๐Ÿ˜‰

Silakan lihat pulaย artikel-artikel jurnal lain seputar topik ini ย yang baru saya tambahkan diย Perpustakaan Magnolia.

Beberapa artikel mengenai variasi tingkat kebahagiaan ditinjau dari aspek-aspek demografis, mungkin dapat menjawab Kirankarinย  :

Living alone in Japan -happiness and health

Analysis of Socio-demographics, Self-rated Health, Social Capital, and Happiness in a Medium-Sized Healthy City, Republic of Korea

Personal and environmental correlates of happiness

79 comments on “Psychological & subjective well-being, apa bedanya?

  1. hai mbak , saya lagi menyusun penelitian tentang subjective well-being…mengukur happiness, life-satisfaction dan QoL…kira2 mbak punya referensi untuk alat ukurnya kah? terima kasihmbak..oia klo bisa mampir ke amavolta.wordpress.com ๐Ÿ™‚ thx mbak

    Like

    • Ester Lianawati

      hai, sudah kukirim bbrp artikel jurnal ya, smg bermanfaat ๐Ÿ™‚
      n udah mampir jg ke amavolta.wordpress.com ๐Ÿ˜‰ saya suka refleksi kamu ttg lintas budaya ๐Ÿ™‚

      Like

  2. icha wildani

    sist subjective well being nya dari referensi siapa y klo boleh tw,,
    klo boleh bagi donk referensix,,
    soalx saya juga sedang meneliti tentang SWB,, trims

    Like

  3. Anonymous

    Hai Mbak, kalau boleh tahu siapa tokoh pencetus subjective-well being ya? Thx mbak

    Like

  4. Hai Mbak, kalau boleh tahu siapa tokoh pencetus subjective well being ya? thx mbak

    Like

  5. Mbak, kalau boleh tahu siapa nama tokoh pencetus subjective well-being?

    Like

  6. hai mba,, dateng ke sini layaknya mendapat pencerahan… ๐Ÿ™‚
    mba aku kirim email ke mba mau tanya hehehe
    semoga cepat dibalas… amin ๐Ÿ˜€

    Like

  7. ikaprimadewi

    Salam kenal mba,,aku lg penyusunan tugas akhir meneliti tentang subjective well being,,bisa di share donk mba referensi buku ttg subjective well being…thx ya mba

    Like

  8. laila ulfah fitriana

    mbak mau sharing aja nich, saya lagi melakukan penelitian tentang subjective well-being tetapi saya bingung menggabungkan dengan variabel apa yang cocok

    Like

  9. syorayahijab

    hai mbak…aku indah,aku lagi nyusun penelitian ini tentang SWB pada wanita lajang ditinjau dari konsep diri, gaya hidup wanita karir dan coping positif. kmrn bingung ditanya dosen mengenai aliran psikologi positif ini dr sejarahnya,ga nyangka aku bakal dapet pertanyaan ampe ke sejarahnyya, setelah baca tulisan mbak aku baru tau ternyata aku menyorot hal ini melalui kesejahteraan subjektif tapi dosenku ngotot melihat ini dari psikologikal well beingnya, bisakah membantuku menterjemahkan maksud dosenku mbak?

    Like

    • Ester Lianawati

      Hai Indah, mgkn dosen pembimbingmu memang melihat bahwa skripsimu itu lebih tepat untuk dibahas dengan konsep kesejahteraan psikologis, bukan kesejahteraan subjektif. Saya akan kirimkan beberapa artikel mengenai kedua variabel ini, barangkali dapat mencerahkan kamu ๐Ÿ™‚

      Like

  10. Anonymous

    hai mbak, saya amelia…aku mau nyusun proposal skripsi dan tertarik dengan tema SWB, kemarin juga sempat bingung perbedaan antara subjektif dg psikologi well being…akhirnya dosen saya menganjurkan untuk tetap memakai SWB sebagai independent variable dan self acceptance sebagai dependent variable..menurut mbak gimana dg kedua variable tersebut? apakah keduanya berkorelasi? terima kasih ๐Ÿ™‚

    Like

  11. mb sayaYoha mau tanya dong, apakah religiusitas itu lebih mempengaruhi subjective well-being atau psycholical well-being ya mbak? soale q masih bingung ni buat skripsiku. Terus subjek penelitian ku mau nya karyawan. jadi aku ,au meneliti hubungan Religiusitas dengan SWB/PWB pada karyawan.
    makasih mbak.

    Like

  12. hai mbak Ester, aku juga kebetulan lagi nyusun penelitian mengenai subjective well-being mba.. bingung untuk menentukan alat ukurnya.. ada referensi kah mba?? terimakasih sebelumnya ๐Ÿ™‚

    Like

  13. hai kak, aku butuh pencerahan nih
    aku lagi penelitian skripsi perbedaan SWB ditinjau dari faktor demografi (pendapatan, jenis kelamin, status pernikahan) dg subjek dewasa muda. ternyata dari hasil yang saya dapatkan tdk ada perbedaan pada jenis kelamin dan status pernikahan, sedangkan pada faktor pendapatan terdapat perbedaan pd besarnya SWB. ada gak artikel dan jurnal yang menjelaskan kenapa terjadi seperti itu. karena dari beberapa jurnal yang saya baca memiliki hasil yang sedikit berbeda dari hasil penelitian yang saya peroleh.

    Like

  14. putri kartika sari

    hai mbakโ€ฆaku putri,aku lagi nyusun penelitian ini tentang PWB pada istri yg mengalani KDRT dan dipaksa bekerja mnjd PSK kmrn bingung ditanya dosen mengenai aliran psikologi positif ini dr sejarahnya,ga nyangka aku bakal dapet pertanyaan ampe ke sejarahnyya, mba ada bahan tentang skripsi putri?

    Like

    • Ester Lianawati

      Hai Putri, kalau kamu tinggal di wilayah Jakarta, bisa datang ke perpustakaan UKRIDA di Jl. Tanjung Duren Raya No 4.
      Ada skripsi mahasiswa mengenai PWB pada mantan perempuan yang dilacurkan, mungkin bisa membantu.
      Mengenai artikel2 PWB nya sendiri akan saya kirimkan ke kamu.
      Semangat ya untuk penyusunan skripsinya ๐Ÿ™‚

      Like

      • Ali ghazali

        Konsep subjective well being masuk dalam tradisi kebahagiaan eudaimonic yaitu kebahagiaan hasil proses bakat, nilai, dan kebutuhan individu dalam menjalani hidup (Baumgardner & Crothers, 2009)

        Like

    • venty amelia

      hai mbak, saya lia lagi nyusun penelitian ttg PWB pria yang bercerai.. boleh g aku minta artikel2 yang bisa membantu? aku masih belum terlalu paham sama PWB, mbak. ada g ya mbak buku PWB? bhsa inggris N indonesia?

      Like

  15. Hai Mbak Ester ๐Ÿ™‚
    aku minta pendapat Mbak, jika subjeknya adalah karyawan biasa (bukan social worker) di mana karyawan tersebut tugasnya memberikan training pengembangan diri dan spiritualitas, apakah tepat jika aku memakai psychological well-being? mohon sarannya (sebelum aku menghadap dosen pembimbing)

    Salam,
    Merlyn

    Like

  16. halo mbak, saya boleh minta beberapa artikel mengenai SWB?
    saya sedang meneliti SWB pada pensiunan
    kemarin pas saya seminar ada yang bertanya kenapa saya mengambil variabel SWB
    terimakasih

    Like

  17. Hi Ester, saya ketemuj blog kamu ini ketika mau mencari bahan mengenai PWB pada wanita single yang bekerja, kebetulan sedang mencari judul untuk proposal skripsi. Saat ini saya masih “meraba2” untuk sejarah dan konsep dari PWB…

    Like

  18. Salam sejahtera Mbak Ester…. saya sangat terinspirasi dengan tulisan mbak Ester…Saat ini saya juga memerlukan artikel2 dan jurnal mengenai PWB. Mohon dukungan dan bantuannya mbak…. Terima kasih ๐Ÿ™‚

    Like

  19. mbak, boleh dibagiin jurnal mengenai swb. ni kebetulan sedang menggarap mengenai penerimaan diri dan swb. mhon masukannya, terimakasih.

    Like

  20. hai mbak..saya sedang akan mengerjakan skripsi mengenai SWB pada siswa ditinjau dari konsep mengenai kesejahteraan. gimana ya mbak?jujur ini adalah hal pertama mengenai wel being, inipun karena saya diikut sertakan dengan tim peneliti student well being oleh fakultas.

    Like

  21. Mbak,bisa kirim artikel yg lebih jelas lagi gk mengenai PWB dab SWB ini ?

    Like

  22. kaka..klo refrensi buku dari psikologi well being itu apa yaa??

    Like

  23. Li lies sip coi

    hai mbak saya Lilis, saya ingin meneliti pada anak-anak penderita leukemia usai 7-9 tahun, kira-kira untuk anak2 yg cocok itu SWB atau PWB ya mbak?

    Like

  24. mbak,mnta tlg aq lagi nyusun penelitian tentang PWB pada lansia yang tinggal di panti jompo, mnta tlg referensinya dong… makasi…

    Like

  25. Hai mbak sy wiedya, sy lagi nyusun skripsi tentang psychological well-being tp dalam setting industri dan organisasi.. tp masih bingung nih apa bisa psychological well-being dipakai di setting IO?? klo bisa kira2 apa aja yaa yg dibahas tentang PWBnya?? makasih ๐Ÿ™‚

    Like

  26. Fakhrisina Amalia Rovieq

    Hai Mba ๐Ÿ™‚
    Aku sedang menyusun skripsi mengenai PWB nih, tapi dosen aku minta supaya teorinya tidak hanya dari Ryff saja. Sementara teori-teori yang banyak aku dapatkan itu hanya dari Ryff saja, yang lain mengarah ke SWB. Jadi bisakah mba memberikan beberapa referensi jurnal dan buku mengenai hal itu? Thanks Mba ^^

    Like

  27. Puspasari

    hallo mbak.. saya puspa, lagi mau bikin skripsi dengan tema homoseksual.. tapi saya masih bingung pake teori PWB atau SWB nie.. Kira-kira saya boleh minta ga referensi tentang PWB dan SWB kalau mbak punya.. Terimakasih ๐Ÿ™‚

    Like

  28. gai mbak Ester, saya Mita, lg nyusun penelitian tentang SWB pada mahasiswa,pengennya mau 2 VB, yg 1 social support, tp yg 1 lagi masih bingung, terus ditanyain dosen ttg perbedaan SWB, PWB, dan happiness. kalo SWB dan PWB sudah lumayan paham perbedaannya, yg happiness ini yg masih belum paham, bisa minta tolong penjelasannya mbak? terima kasih..

    Like

  29. haloww mba.. boleh minta jurnal seperti yang mba kirim ke mba syorawahijab diatas, saya juga sedang penelitian yang mirip dengan judul mba syora diatas
    terimakasih mba ,,sukses terus

    Like

  30. hy mbak sya skarang ini lagi menulis skripsi tentang SWB remaja putri yg MBA. dan saya kesulitan dalam mencari buku-buku dan reveensi tentang SWB pada remaja… kira-kira mbak bisa bantu saya gk…

    Like

  31. Mba , saya lg mencoba penelitian tentang swb pada guru honorer , dosen saya menanyakan apa boleh hanya meneliti swb ny saja atau harus dgn psb nya ?apakah ada pernyataan jiga boleh meneliti swb ny sajaaaa ? Trims mba

    Like

  32. winda ahadini

    hai mbak, kebetulan skripsi saya tentang gambaran kebahagiaan pada biseksual.kira-kira mbak punya referensi alat ukur untuk happiness tidak?terimakasih sebelumnya

    Like

  33. Hai.. haii mbak ๐Ÿ™‚
    Saya sedang menyusun penelitan ttg subjective well-being cuma lagi nyari referensi alat ukurnya, kalo mbak punya referensinya boleh minta dishare?
    Makasih sebelumnya yahh mbak..

    Like

  34. Anonymous

    Kayaknya kebalik dech mba,,yang seharusnya PWB itu SWB dan begitu sebaliknya.Konsep subjective well being masuk dalam tradisi kebahagiaan eudaimonic yaitu kebahagiaan hasil proses bakat, nilai, dan kebutuhan individu dalam menjalani hidup (Baumgardner & Crothers, 2009)

    Like

  35. Mba boleh bagi linenya??

    Like

  36. puspita harmoni

    Hai mbak Ester, saya puspita, saya sedang menyusun usulan penelitian tentang swb. Bolehkah saya meminta beberapa referensi artikel atau jurnal mengenai kajian itu? Terima kasih sebelumnya =)

    Like

  37. cristianto ginting

    hai kak, sy cris lg nyusun penelitian tentang forgiveness pada korban KDRT. sy mencoba menghubungkan tentang PWB. kira2 kakak punya jurnal tentang PWB? thx kak

    Like

  38. Hallo mba, saya adel. saya lagi menyusun skripsi tentang Subjective Well Being.. saya lagi nyari nyari referensi nya. kira2 mbak punya referensi tentang SWB nya. Terimakasih mbak.

    Like

  39. mbak, saya erma. mau tanya. sebenarnya untuk PWB itu lebih cocok buat penelitian kulitatif atau kuantitatif. atau bahkan dua-duanya bisa? saya lebih tertarik ke kuantitatif nya.

    Like

  40. Salam mba… terimakasih tylisannya sgt bermanfaaat.. saya lagi mau memulai penelitian ttv children well being.. mba punya referensi ga ya mba?

    Like

  41. Anastasya

    Dear, mba Ester.
    Saat ini saya sedang menyusun tesis ttg SWB. Apakah bisa minta bantuan jurnalnya untuk memperkaya wacana saya tentang SWB. Many thanks….

    Like

  42. Hai mbak, saya tertarik dengan psychological well being. rencananya saya ingin meneliti tentang variable tersebut. Bisakah mbak membantu saya, barangkali mbak memiliki jurnal mengenai variable tersebut.

    Like

  43. Fiki Prayogi

    Hai Mbak Ester Lianawati, salam kenal sebelumnya. Mbak Ester, Saya akan melakukan penelitian tentang Subjective Well-Being, saya ingin megukur faktor apa saja yang dapat mempengaruhi Subjective Well-Being di siswa/i MAN. Rencana variabel yang akan saya pakai adalah Religius, Self-Efficacy dan satu lagi masih mencari. Adakah pencerahan buat saya Mbak? Saya berharap Mbak Ester Lianawati bersedia berbagi referensi โ˜บ. Terimakasih Sebelumnya.

    Like

  44. Dayu Adani

    terimakasih mbak ester atas penjelasan mbak di atas. saya kebetulan berencana untuk melakukan penelitian pada istri yang memiliki suami yang tidak bekerja. kalau menurut mbak ester kira-kira lebih sesuai pwb atau swb ya mbak? lalu kalau saya ingin mencari referensi kira-kira yang bagus buku apa ya mbak? mohon bantuannya mbak ester, terimakasih banyak ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚

    Like

  45. Hai mba saya anita. Saya sedanng menyusun usulan proposal saya mba mengenai PWB pada atlet tunanetra low vision. Tapi waktu saya ditanya oleh pembimbing apa perbedaan antara PWB dengan happiness saya masih kebingungan mba. Apa mungkin mba punya referensi tentang perbedaan antara PWB dan happiness ? terimakasih mba sebelumnya.

    Like

  46. selamat malam mbak..
    saya ingin bertanya, untuk mengukur kesejahteraan seseorang, terutama pada lansia yang tinggal di panti werdha, dan harus memilih salah satu dari PWB dan SWB, sebaiknya menggunakan yang mana ya?serta mengapa?
    Sejauh ini saya merasa keduanya cukup penting untuk digunakan karena mengukur hal yang berbeda. Akan tetapi, saya disarankan untuk memilih salah satu saja.
    mohon bantuannya
    terima kasih

    Like

  47. nurissy

    Hai Mbak.. saya nuris, saya lagi mau garap penelitian PWB pada waria ODHA. tapi saya kesuitan nemu definisi PWB yang langsung dari Ryff. mohon bantuannya Mbak… mungkin mbak punya refrensi jurnal yang ccokuntuk saya.terimakasih ๐Ÿ™‚

    Like

  48. nurissy

    Hai… Mbak saya butuhjurnal-jurnal PWB yang didalam nya berisi defini PWB yang langsug dari tokohnya. soalnya saya kesulitan nemuin jurnal tentang itu. saya lagi mau garap penelitian tentang PWB waria ODHA mbak. trimakasih banyak… ๐Ÿ™‚

    Like

  49. Isabella Marsha

    Hallo mbak Ester, saya sedang menyusun penelitian mengenai SWB pada lansia. apakah mbak memiliki literatur2 terkait dengan topik tersebut mbak? terutama ada kaitannya dengan budaya dengan SWB lansia.

    Like

  50. Anonymous

    Hi^^,,mbak Ester thanks for your information :-). Pas banget kebetulan saya lagi nyusun penelitian ttg SWB lebih tepatnya tentang SWB pada ibu hamil dengan HIV/AIDS. tapi inih saya masih terkendala dengan pembuatan pertanyaan penelitian yang harus beracu pada aspek2 SWB. adakah artikel-artikel atau jurnal” mbak Ester yg bisa membantu saya ๐Ÿ˜‰ ??

    Like

  51. Hi^^,, mbak Ester thanks for your information :-). pas banget kebetulan saya lagi nyusun penelitian tentang SWB juga, lebih tepatnya SWB pada ibu hamil dengan HIV/AIDS. tapi ini saya masih terkendala dengan pembuatan pertanyaan penelitian yang harus berpacu pada aspek” SWB. adakan artikel” atau jurnal mbak Ester yang bisa membantu saya ๐Ÿ˜‰ ?? Terimakasih sebelumnya ^^

    Like

  52. Mia Rhamayani

    Hai mbak. Salam kenal. Saya Mia Mahasiswa Keperawatan USU. Saya lg nyusun skripsi dan ingin melakukan pebelitian tentang SWB pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Melakukan Hemodialisa. Mbak punya refernsinya? Kalo saya boleh tau mbak, SWB di bahas di buku psikologi yg seperti apa ya mbak? Contoh bukunya mbak ada? Soalnya saya harus punya bukunya sbg landasan teori. Mohon infonya ya mbak. Terima kasih yaa mbak.

    Like

  53. Winni Septianita

    halo mbak..
    saya sedang buat proposal mengenai PWB, tapi saya gak ketemu buku asli dari grand theory nya Ryff.
    apakah ada ebook yang bisa di download gratis atau gimana ya referensi yang bisa digunakan?
    terimakasih

    Like

  54. siang mbak, saya sedang melakukan penelitian terkait dengan wellbeing, apakah mbak punya informasi mengenai personal wellbeing? karena sepencarian saya, hanya dapat index kuesionernya saja, tidak mendapatkan tokoh serta teorinya. sehingga saya kesulitan untuk membedakan antara personal wellbeing dengan subjective wellbeing. mohon bantuannya, terimakasih.

    Like

  55. assalamualaikum mbak, saya fatmawati saya lagi nyusun tugas akhir dengan judul SWB pada pasangan menikah yang infertil. kira2 mbak punya buku yang membahas tentang SWB yang mungkin mudah untuk saya pahami. soalnya pas dosen nanya, jawaban saya kurang memuaskan, mohon bantuannya ya mbak.. terimakasih

    Like

  56. Salam, Hai mbak ini aku aku dody mashadi mahasiswa di semarang. Saya rencana mau penelitian tentang Psychological Well Being. adakah penelitian yang menjelaskan tentang kebudayaan dapat meningkatkan tentang kesejahteraan psikologis seorang individu?
    Kemudian pertanyaan saya berikutnya apakah ada penelitian lebih lanjut ttg PWB dari Carol D Ryff ?
    Makasih

    Like

  57. Hai mb…saya dyah. seneng baca tulisan mbk jadi tahu perbedaannya. jika diperkenankan saya ingin beberapa referensi artikel jurnal terkait kesejahteraan psikogis (Carol Ryff) mungkin sejarahnya, instrumen pengukuran kesejahteraannya?
    salam…terimakasih

    Like

  58. hilma isfihanie

    hai mbak, selamat pagi. aku lagi nysusun penelitian tentang well-being pada wanita lajang tidak menikah dan wanita lajang karena karir. menurut mba, lebih baik subjektif apa psychological? mohon bantuan nya.. terimakasih

    Like

  59. halo mbk aku dina, aku lagi nyusun penelitian tentang pb pada anak dengan orangtua TKI, apa mba ester punya referensi tentang penelitian yang sejenis?
    terimkasih mbak

    Like

  60. Hai kak Ester, saya sedang menyusun tugas akhir..saya mengangkat hubungan antara flow dengan PWB pada karyawan.. lalu saya diberikan pernyataan dr dosen bahwa Flow itu sama dengan PWB, padahal dari beberapa referensi yang saya baca kondisi flow mempengaruhi PWB.. kemudian ada pernyataan juga bahwa PWB menjadi bagian dari SWB.. dan ada pertanyaan lain tentang perbedaan antara flow dan flourishing.. saya sedang mengalami kesulitan mengenai perbedaan konsep flow, PWB, SWB, dan flourishing.. saya mohon pencerahannya dan bantuannya jika ada referensi terkait perbedaan keempatnya.. terimakasih sebelumnya kak.. God bless..

    Like

    • Dear Anggie,

      Pertama-tama saya ingin sampaikan bahwa yang saya maksud dalam tulisan ini adalah teori psychological well-being (PWB) dari Carol D Ryff. Sepertinya teori ini sudah tidak banyak lagi digunakan selain oleh Ryff sendiri yang masih terus aktif meneliti teori ini. Teori PWB ini tampaknya mulai berkurang popularitasnya sejak kemunculan well-being theory dari Martin Seligman pada tahun 2011.

      Well-being theory merupakan evolusi dari teori Seligman sendiri yang ia namakan kebahagiaan otentik (authentic happiness). Sekian lama mengusung teori kebahagiaan otentik, ia berubah pikiran. Menurutnya kebahagiaan saja tidak cukup, ia pun menggagas well-being theory.

      Well-being theory memiliki lima elemen, yang disingkat sebagai PERMA : Positive emotion, Engagement, Relationship, Meaning, Accomplishment. Sebenarnya tiga elemen sudah ada dalam kebahagiaan otentik, yaitu positive emotion, engagement, dan meaning. Jadi ada dua elemen yang ia tambahkan dalam well-being theory, yakni relationship dan accomplishment.

      Jika tujuan dari kebahagiaan otentik adalah peningkatan kepuasan hidup, well-being bertujuan meningkatkan โ€œflourishingโ€.

      Flow itu sendiri ada dalam elemen โ€˜engagementโ€™. Seperti yang Seligman tuliskan sendiri dalam website nya bahwa engagement adalah mengenai โ€œflowโ€, seperti menyatu dengan musik, seolah waktu berhenti dan kita kehilangan kesadaran diri karena terserap oleh aktivitas yang sedang kita lakukan.

      https://www.authentichappiness.sas.upenn.edu/learn/wellbeing

      Jadi dengan mengacu kepada teori Seligman, flow adalah BAGIAN dari well-being. Dengan demikian, tidak salah jika ada referensi yang mengatakan bahwa flow memengaruhi well-being, karena flow dalam well-being theory merupakan salah satu elemen yang membangun well-being seseorang. Logikanya jika flow meningkat, well-being meningkat.

      Dengan demikian saya coba bantu perjelas untuk Anggie :
      Flow sama dengan engagement, yang merupakan salah satu elemen dari well-being. Jika flow meningkat maka well-being meningkat dan berarti juga meningkatnya flourishing. Tetapi kurang tepat untuk mengatakan bahwa flow sama dengan well-being. Karena well-being tidak didefinisikan hanya oleh satu elemen, kelima elemen berkontribusi terhadap well-being.

      Psychological well-being (PWB) ataupun well-being theory tidak sama dengan subjective well-being (SWB). Bahkan kebahagiaan otentik pun tidak sama dengan subjective well-being. Karena konsep kebahagiaan otentik yang digunakan Seligman adalah eudaimonia.

      Semoga jawaban saya ini tidak menambah bingung Anggie ya ๐Ÿ™‚ Good luck dan tetap semangat untuk skripsi kamu.

      PS : Harusnya istilah-istilah asing di atas dicetak miring….

      Like

  61. halo kak ester… saat ini saya sedang menyusun skripsi bertemakan tentang happiness pada orang tua dengan anak berkebutuhan khusus. Untuk teori happiness sendiri apakah ada perbedaan/ kesamaan dengan teori SWB dan PWB? Terimakasih kak sebelumnya..

    Like

    • Dear Anin,

      Memang membingungkan ya istilah-istilah ini. Saya coba jelaskan sbb :

      Subjective well-being (SWB) dikembangkan oleh Ed Diener. Ia mendefinisikan SWB sebagai penilaian seseorang (afektif/emosional dan kognitif) terhadap kehidupannya. Mungkin yang dapat membingungkan kita adalah bahwa subjective well-being dalam bahasa sehari-harinya memang disebut dengan happiness. Diener sendiri menamakan SWB sebagai โ€œscience of happinessโ€.

      Namun demikian, kini yang lebih dikenal sebagai penggagas happiness justru adalah Seligman. Ia membangun teori kebahagiaan otentik. Berbeda dengan SWB yang didasarkan pada prinsip hedonik, Seligman mendasarkan teorinya pada prinsip eudamonik.

      Tidak puas dengan teorinya tentang kebahagiaan otentik, belakangan Seligman menggagas pula well-being theory (WBT). WBT dari Seligman ini tidak sama dengan kesejahteraan psikologis (psychological well-being, disingkat dengan PWB) yang dikembangkan oleh Carol D. Ryff. Meskipun keduanya sama-sama dibangun atas prinsip eudamonik.

      Mungkin dapat kamu lihat jawaban saya untuk pertanyaan Anggie di atas mengenai kebahagiaan, WBT, dan PWB. Barangkali dapat mencerahkan ๐Ÿ™‚

      Semangat ya untuk penulisan skripsimu ๐Ÿ™‚

      Like

  62. Hallo mbak, saya senang dengan tulisannya, simpel dan mudah dipahami, oiya mba saya indah,mahasiswa psikologi saat ini sedang membantu riset infigenous psychology mengenai kebahagiaan pada masyarakat dengan budaya melayu kampar yg kemudian akan d crosstab dengan demografi seperti usia, pendidikan, dan penghasilan, sayaagak terkendala di pembahasan nya mba mengenai teori yg akan d gunakan untuk membahas konstruk itu. Kira2 ada referensi ga mba untuk pembahasan kebahagiaan terkait demografi subjek? Terimakasi banyak mba ๐Ÿ˜Š

    Like

    • Hai Kirankarin ๐Ÿ™‚ Saya tidak ada referensi teori yang mendalam mengenai hubungan aspek-aspek demografis dengan kebahagiaan. Tetapi saya ada beberapa artikel penelitian yang mengukur variasi kebahagiaan ditinjau dari aspek-aspek ini. Nanti saya tambahkan dalam tulisan ini ya.

      Liked by 1 person

  63. Pingback: Temuan Terbaru tentang Subjective dan Psychological Well-being : Berbeda Tetapi Saling Memengaruhi – PSIKOLOGI FEMINIS

  64. Pingback: Kebahagiaan, kesejahteraan, subjektif, psikologis….? – PSIKOLOGI FEMINIS

  65. terimaksi banyak mba ๐Ÿ™‚

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: