Puisi

maDu

Hari ini pertama kalinya

Kau teteskan madu di dadaku,

Manisnya meresap, menelusup kalbu

Lembut menyentak, buatku lupa dunia

Kala bibirmu mengecap rasa yang tertumpah

 

Butir demi butir turun menyentuh

Bak rintik hujan yang kupuja

Basahi jiwaku yang kering

Sensasinya,

Tajam menusuk dalam kesejukan

 

Sentuhanmu selalu indah bagiku

Tiap detik sepenuh rasa

Dalam semilir angin di antara dedaunan

Dengan lukisan tua

Di atas kepala kita

Ketika suara lalu lintas teredam dalam temaram cahaya

 

Pilu air mata kita berpadu dalam gelora

Perdalam cinta semakin cinta

Adakah yang mengerti

Selain kita yang mendamba di dalam luka

Selain kita yang bercinta di atas puing-puing asa

 

Kasihku,

Masih terpeta jejak kecupmu

Sepanjang aliran madu di atas tubuhku

0 comments on “maDu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: