Puisi

Aku Baik-baik Saja

Kau pikir cintaku kan bertahan?
dari hempasan badai di lautan?
sambaran kilat kala hujan
tak pudar walau berganti zaman?

Kau pikir cintaku begitu kuat
hadapi dirimu yang arogan
mengulur waktu, menggantung angan?
putarbalikkan keadaan
kaburkan persoalan
sewenang-wenang kau permainkan
tak kau punya kepedulian

Kau pikir aku kan bersabar
menantimu pahami rasa
menunggumu lebih dewasa
pahami yang kukata
lelah sudah jiwa nan gundah
kecewa mendera
amarah tak jua reda

Aku bukan Cinderella, wahai Pangeran
Denganmu aku bahagia
Tanpamu, aku baik-baik saja

 

8 comments on “Aku Baik-baik Saja

  1. Wah ganti baju ya…bagus n cakep. Ternyata psikolog romantis juga ya…gak nyangka banget.

    Like

  2. aq suka puisinya, kena di di aq bgt

    Like

  3. esterlianawati

    Mas Abie, ini kan puisinya lg ngomel hihi. Tetep romantis ya 😛

    Tuk Nunung, lg pengen ngomel jg ya? Hehe. Mksh ya dah mampir 🙂

    Like

  4. Anonymous

    HAHAHA!1!!!!

    Like

  5. haduh2 puisi-mu… 😉

    dont let the obstacle in love stops u…heuahuahuh

    people have a certain points of limit…
    hv u reach dat already….or it’s juz only a matter of time…

    or….maybe u wont give up for sumting dat worth trying for…. 😉
    even it’s exhausting in the process…

    its only u who knows… 🙂

    miz u

    Like

  6. esterlianawati

    What do u mean, darling…:P

    Like

  7. pho3nix

    gak ngerti juga sih g ngom apa tuh….

    mungkin emg g cuma lagi pgn curhat aja kali….hahahahaha

    Like

  8. andohar purba

    Lumayan enak dan realistis. Tapi sedikit akan menyembur-nyembur bagi penikmat dongeng putri tidur dan pangeran pencium.

    Jadi teringat L temanku 4th yll. Dia curhat soal pria yang sedang mengejarnya, “Mengapa laki2 selalu ingin jadi pahlawan sebagai satu syarat agar aku mencintainya? Apa maksudnya supaya aku mencintainya karena jasa kepahlawanannya. Aku tidak butuh perlindungan karena aku perempuan. Aku tidak perlu jasa pelindung karena aku mau mencinta karena aku yang mau mencinta dan bukan karena jasanya yang mau jadi pahlawan. Aku mau kog mencintainya tanpa dia harus sok jadi pahlawan. Cuma satu yang perlu dia sadari, bahwa aku mampu mencintainya. Dasar laki2 tolol!”

    Aku diam. Sejak itu aku belajar tidak lagi sok menjadi pahlawan.

    L, kamu memang perempuan yang bebas dari beban-beban sejarah..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: